Kecap Manis: Capres Cawapres

>> Saturday, June 6, 2009

Seperti kita ketahui bersama KPU telah menetapkan 3 pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berkompetisi di pilpres 2009 mendatang. Dimulai dari urutan pertama Megawati dan Prabowo disusul kemudian oleh pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Budiono dan urutan ketiga adalah Jusuf Kalla dan Wiranto.

Pasangan pertama, Megawati-Prabowo adalah gabungan antara sipil dan militer yang dalam pencitraannya mengusung tema kerakyatan atau pasangan capres-cawapres untuk wong cilik. Untuk lebih mempertegas tema tersebut, tim sukses Megawati-Prabowo dengan segala upaya berusaha untuk membentuk opini masyarakat dengan menonjolkan kesederhanaan dan kerakyatan sehingga deklarasi pasangan ini dilaksanakan di tempat pembuangan sampah di Bantar Gebang, Bekasi. Ditambah lagi Prabowo selalu tampil dengan pakaian safari berwarna krem dipadu dengan kopiah symbol dari sifat kerakyatan dan mengayomi lebih mempertegas tema kerakyatan itu. Sayangnya Megawati kurang mampu menyesuaikan kostum dan asesorisnya dengan tema kerakayatan karena masih sering terlihat tampil dengan gelang emas di tangan kanannya sedangkan Prabowo dalam kampanye legistatif sebelumnya secara tidak sengaja tampil di televisi pada saat diwawancara oleh TV One dengan kuda portugis yang harganya mencapai puluhan juta. Akan lebih baik lagi iklan politik Prabowo pada masa kampany legistatif disiarkan kembali karena terbukti sangat efektif menarik simpati masyarakat sebagai counter attack terhadap issu –issu miring terhadap dirinya.

Sedangkan Susilo Bambang Yudhoyono dan Budiono, pasangan militer dan teknokrat tampil dengan pencitraan yang luar biasa sempurna. Dimulai dengan deklarasi pasangan ini di Bandung beberapa waktu yang lalu yang dikemas dengan baik dan diliput secara luas sehingga terkesan pasangan ini adalah pasangan yang intelek dan anggun. Kehebatan dari pasangan ini adalah kemampuan mesin politiknya mengumpulkan petinggi-petinggi partai kecil di acara pendekalarasian di Bandung yang dapat memberikan kesan bahwa pasangan ini didukung penuh oleh sebagian besar masyarakat. Titik lemah dari pasangan ini terletak pada Budiono yang tampil dengan pamor yang lebih lemah dibandingkan dengan Susilo Bambang Yudowono. Tidak seperti pasangan yang lain, dimana calon wakil presiden mempunyai kesan yang sejajar. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya kekuatan politik yang dibawa oleh Budiono dan Budiono adalah calon yang terpilih dan yang terpanggil.

Dan pasangan yang ketiga adalah Jusuf Kalla dan Wiranto, pasangan pengusaha dan militer yang dalam masa kampanye ini membawa tema patriotik yang diperkuat oleh pendeklarasian pasangan ini secara sederhana di Jakarta di depan monument proklamasi Sukarno-Hatta. Sayangnya deklarasi tersebut berlangsung dengan cepat dan tidak diliput secara luas di media, padahal semangat perjuangan akan bisa lebih dikemas sehingga dapat lebih menarik simpati. Akan tetapi dalam beberapa hari belakangan, Jusuf Kalla selalu tampil di televisi dengan pencitraan bahwa dia adalah personal yang tepat sebagai presiden yang mempunyai kecepatan dan ketegasan, bahkan mampu tampil sejajar dengan pemimpin luar negeri seperti yang dia utarakan di sebuah iklan televisi yang menjadi iklan terbaik sejauh ini. Sedangkan Wiranto lebih banyak tampil dalam kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan dan terkesan tenggelam dari hiruk pikuk iklan politik di televisi. Kebetulan atau tidak istri masing-masing pasangan ini selalu tampil dengan jilbab yang tentu dapat lebih menarik simpati dari masyarakat. Alangkah lebih baik bila Wiranto juga ditampilkan sebagai sosok yang tegas disamping sosok yang religius.

Tinggal masyarakat yang memutuskan pilihannya mau pilih tjap kecap ang mana.

Read more...
Search Engine Submission - AddMe

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP